Buka puasa malah lemas dan pusing

Berbukalah dengan yang biasa aja, kadang yang manis blm tentu setia..( eeeaaa )

Puasa tahun lalu dan tahun tahun sebelumnya saya selalu ugal ugalan dalam berbuka, seperti balas dendam dan aluamah. Walaupun kadang Seperti layaknya orang umum, saya berbuka puasa dengan segelas teh hangat ditambah camilan berupa pisang goreng atau kolak pisang. Tak sampai lima menit setelah berbuka, saya langsung merasakan kepala terasa berat, pusing (nggliyeng, bahasa jawa, red) dan akan pulih kembali kira-kira dua jam setelahbuka puasa. Inipun pakai acara tiduran dulu….

Lalu saya mulai kepikiran dengan ini, dan agak takut juga, apa ada yang salah dengan saya, atau dengan cara puasa saya, atau dengan tubuh saya. Tapi apa….???

Dari Anas bin Malik: Rasulullah berbuka dengan kurma (rutab, kurma basah) sebelum sholat, jika tidak ada rutab, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering) tapi jika tidak ada kurma kering, beliau berbuka dengan seteguk air (HR Ahmad dan Abu Daud).

Kebiasaan kita dalam berbuka puasa, kita selalu memulainya dengan yang manis-manis dengan anggapan seperti yang dicontohkan Rosulullah, yaitu dengan kurma (yang rasanya manis).Padahal antara kurma dan yang manis-manis yang kita makan, tidak sama.

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses untuk dicerna dan diserap pelan-pelan, sehingga makan waktu. Sehingga kadar gula dalam tubuh naik secara perlahan.Sehingga tidak membuat pusing ketika kita berbuka puasa.

Berbeda dengan gula, atau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan langsung melonjak naik. Dan booomm !! Nggliyenglah kepala…. karena gula (karbohidrat sederhana) langsung bisa diserap tubuh, tidak memerlukan proses yang panjang untuk menguraikannya.

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis-manis?? Tidak jelas. Malah sudah menjadi kebiasaan umum di masyarakat, seakan-akan berbuka puasa dengan makanan dan minuman yang manis adalah ‘sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan berbuka puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Mulai sekarang, berbuka puasa mulailah dengan buah yang manis dan air putih saja. Tidak langsung makan atau minum yang manis.Sehingga kita bisa menghindari lonjakan insulin, yang membuat kepala pusing dan nggliyeng.Dan kita bisa benar-benar memahami, bahwa puasa memang baik untuk kesehatan.

4 thoughts on “Buka puasa malah lemas dan pusing”

  1. saya tdk pernah makan berlebihan disaat berbuka puasa, sy jg jarang merasakan yg namanya ngliyeng….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *